Juergen Klopp Berharap Timnya Bisa Mengembalikan Serangan Ke Lawan

Gdipp.com – Nantinya, Manchester United akan bisa kembali dengan bermain secara defensif dan juga bisa melakukan serangan balik untuk tim lawan. Penuturan tersebut dikeluarkan oleh Juergen Klopp. Dengan melakukan penekanan dan juga menggunakan sebuah kesabaranlah yang akan membuat Liverpool merasa dalam keadaan yang urgen.

Nanti, Liverpool akan melawat ke Old Trafford, Sabtu (10/3/2018) malam WIB dalam laga lanjutan Premier League. Pertandingan nanti yang akan menjadi kesempatan apik bagi Liverpool untuk bisa mengambil alih posisi yang saat ini diduduki oleh MU.

Saat ini keadaan antar keduanya masih dalam perselisihan yang terkait dua poin di papan klasemen. Yang paling penting bagi Liverpool saat ini yakni tiga angka lantaran posisi mereka saat ini sedang berada di dalam tekanan Tottenham Hotspur di posisi empat.

Liverpool telah diperkirakan akan menjalankan pertandingan dengan begitu berat seperti ketika pertandingan pertama dimulai di Anfield lalu. Pada waktu itu MU bermain dengan begitu defensif sukses mencegah Liverpool bikin gol, sehingga laga berakhir 0-0.

Manajer Liverpool Juergen Klopp menyebut dua hal yang akan jadi faktor krusial di laga ini. Pertama adalah menekan balik MU untuk mencegah mereka melancarkan serangan balik, lalu kedua kesabaran membuka celah.

“Anda harus membawa hal-hal yang tepat di lapangan secara konstan. Menekan balik lawan tim yang punya serangan balik bagus itu sangat penting. Kami berhadapan dengan tim yang sangat tangguh,” kata Klopp.

“Kalau mereka bertahan dengan dalam memang itu takkan membuat situasi kami lebih mudah, tapi saya rasa mereka takkan melakukan itu sepanjang waktu. Ini bukan soal tim menyerang lawan tim bertahan.”

“Mereka punya kualitas yang masif dan saya menghormati itu. Kami dalam momen bagus untuk melawat ke sana, tapi ini akan tetap luar biasa sulit. Mereka punya kualitas luar biasa dan main di kandang, mereka tim yang berpengalaman dengan manajer yang berpengalaman juga,” tambah pria Jerman ini.